Teka Teki Tewasnya Brigadir J

 Kasus tewasnya Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J usai baku tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Namun Polda Metro Jaya menyebut penyampaian perkembangan penanganan kasus Brigadir J tetap satu pintu di Mabes Polri memang terus menuai perhatian masyarakat



Sosok anggota yamg di sebut Brigadir J saat ini menjadi sorotan semenjak  kematiannya diduga  penuh dengan kejanggalan. Sosok Brigadir J ini yang dibesarkan di lingkungan yang sederhana di Desa Suka Makmur Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi Provinsi Jambi yang merupakan rumah dinas SDN74 Sungai Bahar.

Sebelum menjadi polisi Brigadir J, perna menyenyam pendidikan di SMA 4 Muaro Jambi,  beliau  juga di kenal sebagai anak yang berprestasi baik di akademis maupun non akademi Anak dari Bapak Samuel Hutabarat dan Ibu Rosti Simanjuntak  begitu lulus langsung SMA berhasil menjadi anggota brimob dari hasil ke gigihan dan usahanya, pada saat  tiga bulan setelah lulus menjadi anggota polisi Brigadir J ditempatkan di kesatuan Brimob dan bertugas ke Papua dan di medan penugasan yang sulit pun pernah ia lalui.

tetapi sangat di sayangkan brigadir J yang memiliki nama lengkap  Yoshua Hutabarat, di kabarkan meninggal dunia, Polisi memastikan tewasnya Brigadir J akibat Baku Tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo. Kabar ini membawah  kesedihan yang begitu mendalam bagi keluarga terutama ibu dan ayahnya, ibunya menangis histeris hingga kondisi kesehatan ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak, terus melemah.


Baku tembak anatara Brigadir J dan Bharada E yang menewaskan Brigadir J  disebut berawal dari dugaan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. Dimana Brigadir Yoshua merupakan personel yang ditugaskan sebagai sopir istri Irjen Ferdy Sambo Sementara, Bharada E disebut sebagai pengawal keluarga Irjen Ferdy Sambo. Akibat kasus yang menewaskan Brigadir J , Bharada E saat ini masi diamankan, dan tentu sesuai dengan prosedur bila unsur dan buktinya cukup akan diproses lebih lanjut,


Sementara terkait tewasnya sang anak, keluarga tidak terima merka merasa tewasnya Brigadir J ada kejanggalan dalam kematian anaknya, di antaranya ditemukannya luka dan memar di tubuh Brigadir J dan terdapat sejumlah luka tusuk yang diduga akibat benda tajam. Selain itu juga terdapat luka lebam yang diduga akibat benda tumpul serta luka lubang diduga akibat proyektil peluru.

Keluarga meyakini Brigadir J tewas bukan hanya karena tembakan, hingga Pihak keluarga meminta Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyelesaikan kasus tersebut secara transparan demi keadilan sampai saat ini  kasus ini masi diusut tuntas semoga menemukan hasil yang baik untuk keluarga Brigadir J.

Bagikan ke:

Berlangganan pemberitahuan tulisan terbaru: